Postingan

Media dalam Perspektif Ékonomi dan Politik

Ekonomi media merupakan gabungan dari dua kajian: kajian media dengan prespektif komunikasi dan kajian media dengan prespektif ekonomi dan bisnis. Sebenarnya, ekonomi media tumbuh secara bersamaan dengan tumbuhnya industri media dan perekonomian. Di abad 20, kajian media masih menjadi bagian dari prespektif komunikasi. Adapun tiga prespektif dimensi komunikasi yang dijadikan bidang kajian media antara lain, : 1. dimensi produksi 2. Dimensi konten 3. Dimensi audiens Sedangan pada tingkat pengelolaan perusahaan media, studi ekonomi  media memiliki 3 dimensi, antara lain: 1. dimensi revenue 2. dimensi cost 3. dimensi profit Di Indonesia, media pers telah tumbuh subur dari dukungan iklan dunia usaha pada zaman kolonial  yakni: media pers milik Belanda dan media pers milik Tionghoa. Kedua media tersebut tergolong meida yang mendukung status quo, dengan kata lain, mereka mendukung pemerintahan kolonial Belanda. Media pers yang nasionalisme juga hadir. Namun, adanya media milik Indon...

Pers; Definisi, Sejarah, Asas Kode Etik, Sistem, Kebebasan & Konflik

 Pers; Definisi, Sejarah, Asas Kode Etik, Teori, Sistem, Kebebasan & Konflik Definisi  Secara bahasa, kata pers diambil dari Bahasa Inggris “Press’’ yang berarti cetak. Sedangkan secara istilah, pers merupakan  penyiaran secara tercetak dan publikasi yang cetak. Pers merupakan media komunikasi massa yang menjalankan kegiatan jurnalistik mulai dari mencari topik, memperoleh, memiliki,  menyimpan, mengolah, serta mempublikasikannya dengan baik, sesuai dengan kode etik yang berlaku.  Adapun fungsi dari pers nasional yang dapat dicantumkan, antara lain: 1. sebagai wahana komunikasi massa 2. sebagai menyebarkan informasi kepada khalayak 3. sebagaipembentuk opini oleh masyarakat 4. sebagai media informasi, hiburan, serta kontrol social Sejarah Pers di Indonesia Pada pertengahan abad ke-18, perkembangan pers di Indonesia mulanya diprakarsai oleh percetakan dan penerbitan Tionghoa serta Belanda, serta oleh kaum elite Indonesia yang kala itu membutuhkan media untuk b...

Fakta dan Opini

Fakta merupakan suatu hal/ informasi yang dapat dibuktikan kebenarannya. Fakta tidak dapat dilebih-lebihkan, serta dikurangi. Fakta yang didefinisikan harus dapat diuji, diukur, diamati, bahkan dibuktikan. Kumpulan segala fakta disebut data. Suryanto (2007: 149) mengatakan bahwa fakta adalah keadaan atau peristiwa yang merupakan kenyataan. Fakta merupakan sesuatu yang benar dengan didukung bukti.  Adapun ciri-ciri fakta diantaranya: a. isi fakta sesuai dengan kenyataan yang terjadi b. pengungkapan fakta yang disajikan dalam bentuk deskriptif atau apa adanya c. penalaran fakta cenderung induktif d. dikemukakan oleh informan yang terpercaya Opini merupakan gagasan, perkiraan, pikiran, dan pendapat seseorang. Dari segi penyajiannya, opini kerap kali bersifat tidak tetap. Dalam artian, suatu opini dapat berubah sesuai dengan keadaan yang berlaku serta kritikan/ saran yang dikemukakan orang lain. Opini juga dapat muncul ketika menanggapi rangsangan yang telah disusun melalui interpretas...

Media dan Ruang Publik

Secara harfiah, media merupakan alat/ perantara suatu pesan yang ditunjukkan pengirim pesan kepada penerima pesan/ khalayak. Mc Luhan berpendapat bahwa media juga dapat dikatakan suatu channel, sebab media juga dapat memperluas kemampuan manusia yang meliputi informasi dengan mendengar, merasakan, hingga melihat dalam batasan jarak, ruang, dan waktu yang hampir tak terjamah. Pada dasarnya, media di Indonesia dikategorikan menjadi dua, yakni media konvensional dan media baru. Dan kali ini, kita akan lebih fokus pada dua pembahasan. Yakni mengenai media massa yang masuk kategori media konvensional, dan media sosial.  Menurut leksikon Komunikasi, media massa merupakan sarana penyampaian pesan yang berhubungan secara langsung dan serentak dengan khalayak luas, seperti radio, surat kabar, dan televisi. Menurut Cangara(2010:126-127), suatu media dapat disebut sebagai media massa jika memiliki karakter dibawah ini: 1. Bersifat melembaga Artinya, pihak yang mengelola suatu pers/ lembaga te...

Media dan Kontrol Sosial

  Artikel Media dan Kontrol Sosial Oleh : Winda Alif Rokhmaniah (B95219135) -Media Secara bahasa, media merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, dan berasal dari bahasa Latin “medius” yang berarti tengah. Secara harfiah, media merupakan perantara pesan yang ditujukkan pengirim pesan kepada penerima pesan. Mc Luhan berpendapat bahwa media juga dapat dikatakan suatu channel, sebab media juga dapat memperluas kemampuan manusia yang meliputi informasi dengan mendengar, merasakan, hingga melihat dalam batasan jarak, ruang, dan waktu yang hampir tak terjamah.  Media juga dapat diartikan sebagai bentuk saluran penyajian informasi untuk khalayak. Jika masyarakat dapat memanfaatkan media dengan baik, maka akan ada banyak aktifitas, keperluan, hingga pembelajaran yang dapat terselesaikan dengan mudah. Beberapa pendapat mengenai pengertian media diantaranya:  1. Association for Educational Communications and Technology (AECT) berpendapat bahwa media merupakan segala bentuk saluran...

Masyarakat dan Demokrasi

  Masyarakat dan Demokrasi OLEH : Winda Alif Rokhmaniah Masyarakat Masyarakat merupakan sekumpulan orang yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Baik dari segi tradisi tertentu, ras dan Bahasa yang sama, hingga hukum tertentu yang sama juga. Masyarakat dipersatukan dalam kehidupan kolektif karena adanya tuntutan kebutuhan dan pengaruh keyakinan. Namun, sekumpulan orang yang tinggal didaerah yang sama juga tidak dapat secara langsung dikatakan sebagai masyarakat. Terdapat beberapa kriteria tertentu agar mereka dapat menjadi “masyarakat” yang ideal. Seperti harus adanya manusia yang jumlahnya lebih dari satu, adanya komunikasi antarpribadi, hingga tujuan-tujuan tertentu.  Para ilmuwan memiliki pendapat berbeda mengenai pengertian masyarakat. Berikut beberapa definisi masyarakat menurut pakar sosiologi (Setiadi, 2013 : 36): 1. Selo Soemardjan mendefinisikan masyarakat sebagai sekelompok orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. 2. Max Weber mendefinisikan masyarakat...